Airnav Buka Jalur Penerbangan Selatan Jawa



Penerbangan perdana ATR72-600 Wing Air ke Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya. Foto: Reni Rohmawati.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau  AirNav Indonesia membuka rute jalur selatan Jawa bagi penerbangan domestik. Menteri Perhubungan mengatakan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurai kepadatan jalur penerbangan di utara Jawa.

“Selama ini jalur selatan Jawa hanya digunakan untuk penerbangan militer. Melalui konsep flexible used of airspace (FUA) jalur selatan Jawa akan dibuka pula untuk penerbangan komersil. Kami akan terus berkolaborasi antara sipil dengan militer untuk bisa memaksimalkan penggunaan ruang udara di selatan Jawa ini. Trial sudah beberapa kali dilakukan dan berjalan dengan baik,” Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

AirNav Indonesia telah menerbitkan publikasi kepada seluruh stakeholder penerbangan baik domestik maupun internasional mengenai penggunaan jalur selatan Jawa tepat pada peringatan HUT Ke-72 RI, 17 Agustus 2017. Jalur ini direncanakan akan beroperasi untuk penerbangan sipil pada 12 Oktober 2017 mendatang. Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto‎ mengatakan bahwa implementasi konsep FUA di jalur selatan Jawa akan membagi penggunaan ruang udara untuk kepentingan sipil dan militer.

“Penerbangan sipil akan dapat menggunakan jalur ini sejak pukul 14:00 – 06:00 waktu setempat, sedangkan penerbangan militer akan menggunakan pada pukul 06:00 – 14:00 waktu setempat. Jika militer akan menggunakan jalur ini di luar waktu yang telah ditentukan, maka militer akan menginfokan kami dan kami akan menutup sementara penggunaan jalur ini demi kepentingan militer. Tetapi jika militer tidak memiliki aktivitas pada waktu tersebut, maka penggunaan jalur selatan Jawa dapat kami maksimalkan untuk penerbangan sipil,” ungkap Novie Riyanto.

Ini Langkah-Langkah AirNav Indonesia Tingkatkan Kualitas Pelayanan di Indonesia Timur

Jalur Selatan Jawa ini merupakan rute penerbangan domestik pertama yang berbasis satelit. Rute Tango One (T1) ini adalah rute domestik berbasis performance based navigation (PBN) pertama di Indonesia. Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan pun menjadi lebih presis dan akurat.

AirNav Indonesia secara internal terus berbenah untuk penggunaan rute T1 ini. Selain kesiapan fasilitas dan SDM, prosedur dan koordinasi antara unit layanan navigasi penerbangan terus ditingkatkan melalui pembuatan air traffic services letter of coordination agreement (ATS LOCA) antara Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dengan Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) serta antara Cabang Utama MATSC dengan Cabang Madya Denpasar.

“Kami sedang update standard operation procedure (SOP) untuk melayani jalur ini, setelah ATS LOCA dan update SOP selesai, sosialisasi akan kami lakukan kepada seluruh personel navigasi penerbangan,” ujar Novie Riyanto.

Dijelaskannya, implementasi konsep FUA untuk rute T1 ini telah dilaporkan kepada forum regional International Civil Aviation Organization (ICAO) yang berlokasi di Bangkok. “Trial yang kami lakukan pada 17-23 Desember 2016 lalu termasuk hasil evaluasi dan rencana pembukaan rute telah kami sampaikan kepada ICAO. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam implementasi FUA yang menjadi tren global sebagai upaya dalam meningkatkan kapasitas ruang udara dan efisiensi penerbangan,” terang Novie.

Di wilayah selatan Jawa, pemerintah kini sedang berencana mengaktifkan sejumlah bandara untuk penerbangan komersial antara lain Bandara Purwokerto, Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Bandara Tunggul Wulung di Cilacap dan Bandara Kulonprogo di Yogyakarta. Pembukaan rute selatan Jawa diharapkan dapat mengurai kepadatan penerbangan di jalur utara Jawa, selain itu dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar bandara di selatan Jawa.

Be the first to comment

Leave a Reply