Airbus dan Dedrone Kembangkan Pengusir Drone



Foto: Dedrone

Airbus dan sebuah perusahaan startups Dedrone sedang mengembangkan sistem pengusir drone. Sistem ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Tidak hanya menjauhkan drone dari jalur penerbangan dan kawasan bandara, namun juga bisa dipakai untuk mengusir drone ilegal yang terbang di atas kawasan privat.

Drone ukuran kecil memang dapat dimanfaatkan untuk apa saja, baik untuk tujuan baik, maupun kejahatan. Drone berukuran kecil biasanya terbang pada ketinggian rendah. Para pelaku kriminal bisa saja menggunakannya untuk penyelundupan, mata-mata, atau sebagai senjata penyerang.

Bagi orang pribadi atau institusi, penyalahgunaan fungsi drone itu dapat menjadi ancaman. Berdasar alasan itu, Dedrone bersama Airbus mengembangkan sistem anti drone. Sistem ini nantinya dapat mendeteksi kehadiran drone dan secara otomatis akan “melumpuhkannya”.

Cara kerjanya, begitu sistem mendeteksi adanya ancaman drone, signal jammer dipancarkan untuk memutuskan komunikasi antara drone dan pilotnya. Dengan terputusnya kominikasi drone dengan pilot, diharapkan sistem otonomus pada drone akan membawa kembali drone itu ke pangkalannya. Jika saja, drone tidak dilengkapi dengan sistem otonomus, drone diharapkan akan langsung mendarat atau jatuh.

Foto: Dedrone