Airbus Akan Kurangi Tenaga Kerja



Pabrikan pesawat ternama asal Eropa, Airbus Group, pada Senin (29/11) mengumumkan pengurangan tenaga kerja. Pengurangan tenaga kerja ini sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk menggabungkan struktur divisi pesawat komersial menjadi sebuah entitas baru.

Airbus telah memberikan rincian pengurangan tenaga kerja kepada otoritas tenaga kerja Eropa, European Central Works Council di mana Airbus akan mengurangi 136.000 tenaga hingga 1.164 pekerjaan. “Pengurangan ini terutama akan mempengaruhi dukungan dan fungsi yang terintegrasi serta organisasi chief technoogy office,” ujar rilis dari Airbus seperti yang dilansir oleh Flight Global.

Sebanyak 325 pekerjaan akan ditransfer ke Toulouse sebagain bagian dari rencana untuk konsolidasi kantor pusatnya di kota Perancis. Ini akan berdampak pada pemotongan tenaga kerja menjadi di bawah 1.000 pekerjaan. Namun, perusahaan tidak merincikan rencana untuk membuat 230 pekerjaan untuk mengamankan apa yang disebut “keperluan keterampilan yang penting kepada perusahaan ke depan di era transformasi digital”.

Airbus bermaksud untuk mengamankan kesepakatan tentang langkah-langkah sosial yang sesuai meliputi pemutusan hubungan kerja pada pertengahan tahun 2017, termasuk voluntary departures, redeployment dan pensiun dini.

“Ini adalah langkah logis dan diperlukan dalam perjalanan integritas kami, yang dimulai kembali pada tahun 2012. Ini mendukung operasi, kolaborasi kelompok besar dan transformasi digital, yang kita mulai dan yang merupakan prioritas strategi terbaik untuk seluruh perusahaan kami,” ujar CEO Airbus Group, Tom Enders.

Dalam integrasi yang diumumkan pada September, Airbus akan menggabungkan struktur kelompok dengan divisi terbesar, Airbus Commercial Aircraft, mulai tahun depan. Dalam set-up perusahaan akan mempertahankan Airbus Defence and Space dan Airbus Helicopters sebagai divisi.

Foto: Airbus