AirAsia X Rugi Selama Delapan Kuartal Berturut-Turut



AirAsia X, perusahaan penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia yang fokus melayani rute jarak menengah hingga jarak jauh, kembali mencatatkan kerugian pada kuartal ketiga tahun ini. Hal itu membuat AirAsia X mengalami kerugian selama delapan kuartal berturut-turut. Kerugian pada kuartal ketiga tahun ini terjadi karena tingginya biaya operasional pesawat dan kerugian atas kurs mata uang.

Pada periode Juli-September 2015, AirAsia X membukukan kerugian sebesar 288,2 juta ringgit Malaysia. Kerugian ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 210,85 juta ringgit Malaysia. Di lain pihak, pendapatan AirAsia X mengalami peningkatan sebesar 12,5 persen menjadi 793 juta ringgit Malaysia karena tingginya kontrak penerbangan charter yang bisa didapatkan serta tingginya penjualan untuk layanan kargo.

Agar bisa mengurangi kerugian dan mendapatkan keuntungan, AirAsia X akan menghentikan sementara ekspansi armada dan memilih untuk tetap mengoperasikan rute penerbangan yang sudah ada daripada membuka rute penerbangan baru. Kinerja keuangan maskapai penerbangan ini diperkirakan akan membaik pada laporan keuangan kuartal keempat 2015 dan berlanjut di tahun 2016. “Meskipun demikian, depresiasi mata uang ringgit Malaysia tetap menjadi perhatian utama karena pinjaman dan biaya operasional AirAsia X sebagian besar dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat,” kata AirAsia X.

Foto: Wikimedia

Be the first to comment

Leave a Reply