AirAsia Ingin Partisipasi dalam Pembangunan T4 Soekarno-Hatta




AirAsia Indonesia ingin berpartisipasi dalam pembangunan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mengusulkanya menjadi Terminal LCC. Foto: Reni Rohmawati

Pembangunan Terminal 4 (T4) Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang segera dilaksanakan usai rampungnya pembangunan landasan pacu ketiga diantisipasi oleh AirAsia Indonesia. Maskapai penerbangan berbiaya hemat ini ingin ikut berpartisipasi dan mengusulkan untuk menjadikannya terminal low cost carrier (LCC).

“Kami sudah mengirimkan surat kepada Angkasa Pura II dengan tembusan ke Kementerian Perhubungan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan terminal 4. Mungkin masih dalan kajian, jadi belum ada tanggapan,” ujar Dendy Kurniawan, CEO AirAsia Indonesia Group ketika buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Menurut Dendy, terminal LCC di Indonesia, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sangat dibutuhkan. “Pemerintah dan penyelenggara bandara harusnya tahu kebutuhan penumpang di Indonesia, yang banyak menggunakan LCC. Kalau di Terminal 3 itu mahal bagi LCC,” ucapnya.

Dendy mengatakan, keinginan AirAsia itu sungguh-sungguh, apa pun nanti hasilnya. “Kalau harus investasi, kami siap. Kalaupun ditolak, kami tetap ingin mengusulkan agar di Soekarno-Hatta ada teminal LCC. Ini yang penting. Kalau tidak di terminal 4, mungkin di terminal 2,” tuturnya, seraya menambahkan agar maskapai dilibatkan sebelum pembangunan bandara.

Pembangunan infrastruktur bandara memang giat dikerjakan pemerintah dan PT Angkasa Pura, baik AP I maupun AP II. Dendy pun mengharapkan bahwa bandara-bandara lain pun harus menjadi pintu gerbang masuknya penerbangan ke Indonesia. Dengan demikian, kapasitas sisi udara; landasan pacu, taxiway, apron, selain terminal penumpang, harus ditingkatkan, seperti di Bali dan Kualanamu.

Tentang Bandara Internasional Kertajati, Dendy mengatakan, kalau AirAsia belum berencana untuk menerbanginya. “Nanti kalau sudah ada moda transportasi kereta ke Kertajati, sebagai sarana untuk akses ke sana, baru kami akan terbang.” Jadi tak ada penerbangan ekstra AirAsia Indonesia ke Kertajati pada masa sibuk Lebaran ini. Padahal AirAsia Indonesia dan AirAsia Indonesia Extra sudah menyiapkan 14.040 kursi untuk penerbangan ekstra itu.

“Persiapannya normal dan kami sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyediakan penerbangan ekstra,” ujar Dendy. Pelaksanaan penerbangan Lebaran yang dimulai 8 Juni 2018 itu, yang paling banyak disiapkan untuk rute Jakarta-Surabaya, Surabaya-Denpasar, dan Surabaya-Johor Baru. “Permintaan pada rute-rute tersebut cukup tinggi,” ujarnya.