AirAsia Catatkan Laba Bersih US$ 64 Juta di Kuartal Kedua 2015



AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia, mencatatkan laba bersih sebesar RM 243 juta atau setara dengan US$ 64 juta pada laporan keuangan kuartal kedua 2015. Angka itu mengalami penurunan 43,7 persen dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar RM 367,2 juta. AirAsia mengatakan, penurunan laba itu terjadi karena kerugian kurs mata uang dan biaya yang terkait dengan sales-and-leaseback pesawat pada kuartal kedua 2015.

Pada kuartal kedua 2015, pendapatan AirAsia mengalami peningkatan sebesar 1,1 persen dibandingkan dengan kuartal pertama 2014 meskipun perusahaan absen dalam melakukan aktivitas promosi di kuartal pertama karena adanya kecelakaan penerbangan Indonesia AirAsia QZ8501 pada akhir Desember 2014. Tentu saja ini berimbas pada penjualan di kuartal kedua 2015. Sepanjang April-Juni 2015, AirAsia meraih pendapatan sebesar RM 1,32 miliar, sedangkan biaya operasional naik sebesar 1,1 persen menjadi RM 1,08 miliar. AirAsia pun mencatatkan laba operasi sebesar RM 243,5 juta, naik 39,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan bahwa perusahaan diuntungkan oleh rendahnya harga bahan bakar minyak. Sepanjang tahun 2015 AirAsia melakukan lindung nilai (hedging) harga minyak sebesar 50 persen dari kebutuhan, tapi pada tahun depan AirAsia tidak akan melakukan hedging lagi. “Seperti dilihat di kuartal kedua 2015, kami diuntungkan oleh rendahnya harga bahna bakar. Sekarang, group perusahaan telah melakukan hedging 50 persen dari kebutuhan bahan bakar untuk tahun 2015 pada harga rata-rata US$ 88 per barrel dan tidak melakukan hedging lagi pada 2016,” ujarnya.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply