Agus Bantah Larang Laptop Masuk ke Pesawat



Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso membantah adanya informasi yang beredar di masyarakat tentang instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No. 3 Tahun 2017, di mana pada instruksi ini berisi mengenai peringatan kepada penumpang yang berbohong atau bergurau tentang adanya bom.

“Aturan membawa laptop ke dalam kabin, ada diatur dalam SKEP No. 2765 Tahun 2010 dan juga SE Dirjen Perhubungan Udara No. 6 Tahun 2016. Di situ disebutkan bahwa barang-barang yang berukuran lebih besar daripada HP yaitu seperti laptop, tablet dan lain sebagainya, kalau akan memasuki pesawat terbang harus di-scanning di X-ray untuk dilihat kira-kira benda itu berbahaya atau tidak,” ujar Agus dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (3/4).

Agus juga menjelaskan, jika benda tersebut mencurigakan, pihak aviation security dapat meminta penumpang untuk menghidupkan perangkat elektronik itu dan mengoperasikannya dan pihak aviation security dapat melihatnya.

“Kalau sekiranya barang tersebut berbahaya, jangankan dimasukkan di bagasi, masuk (ke pesawat) pun tidak boleh. Bahkan penumpang yang bersangkutan akan diproses. Ini yang menjadi aturan baku yang sudah ditetapkan sejak tahun 2010 sampai sekarang,” jelas Agus.

Agus juga menegaskan bahwa peraturan tersebut tidak ada perubahan, serta tidak menerbitkan larangan membawa laptop ke dalam kabin. Agus juga berharap, kesimpangsiuran informasi ini sudah selesai.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply