50 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 737



9 April 1967 merupakan tonggak sejarah bagi pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Prototipe pertama dari pesawat narrowbody Boeing 737 mengudara untuk pertama kalinya.

“Lima puluh tahun yang lalu kami tidak tahu,” kata Brien Wygle (92), pilot yang terlibat pada penerbangan perdana 737 seperti yang dilansir oleh The Seattle Times. “Kami berharap untuk menjual cukup untuk mencapai titik impas,” tambahnya,

Ternyata, umur yang panjang dan keberhasilan dari 737 terbukti mencengangkan. Pada bulan lalu, Boeing telah mengirimkan 9.448 unit pesawat single-aisle bermesin ganda ini, dengan lebih dari 4.506 unit masih dalam pemesanan. Dengan pengirima Boeing 737 MAX pertama yang aka segera hadir, Boeing berencana untuk meningkatkan produksi di Renton pada akhir tahun ini sebanyak 47 pesawat per bulan dan mencapai 52 pesawat per bulan pada tahun depan.

“737 membawa dunia penerbangan oleh badai dan telah diperbaiki mentap sejaknya. Ini jelas diisi kebutuhan yang luar biasa,” ujar Wygle.

Pada Minggu (9/4), satu buah Boeing 737 MAX dipajang di tempat parkir Museum of Flight di Seattle. Sedangkan pesawat prototipe yang terbang perdana 50 tahun yang lalu juga berada di sana untuk perayaan ulang tahun.

Pesawat yang digunakan sebagai pesawat uji Boeing hingga tahun 1973, kemudian dijual ke NASA sebagai platform laboratorium penelitian terbang. NASA kemudian menyumbangkan pesawat ini kepada Museum of Flight pada tahun 1997, dan selama 6 tahun disimpan di Moses Lake dalam proses restorasi yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Bob Bogash, mantan engineer 737.

Bogash sering berkata dia telah terlibat dengan 737 “dari kandungannya ke makamnya”. Dia bekerja sebagai seorang insinyur membangun pesawat pertama, kemudian pada uji terbang dan kemudian sebagai field rep selama 10 tahun, bepergian keliling dunia dan membantu maskapai memperkenalkan pesawat.

Dan dia berada pada penerangan terakhirnya pada September 2003 menuju Bandara Boeing Field dan tempat peristirahatan terakhir di museum. Bogash mengatakan, 737 mengubah penerbangan, membawa transportasi jet ke bandara kecil di seluruh dunia.

“Maskapai penerbangan kecil terbang ke terbang ke tempat-tempat terpencil. Kami terbang dari landasan pacu tak beraspal di utara Kanada. Banyak dari maskapai idak pernah memiliki pesawat baru sebelunya dan tidak pernah memiliki pesawat jet,” kata Bogash.

737 juga telah mengubah ekonomi penerbangan domestik di Amerika Serikat. Pesawat ini memiliki turn around yang cepat, efisiensi bahan bakar dan kemampuan untuk beroperasi dari bandara kecil menghasilkan konsep operator bertarif rendah dan membawa perkalana udara kepada orang banyak.

Maskapai low cost carrier (LCC) terbesar di Amerika Serikat, Southwest Airlines mengoperasikan lebih dari 700 unit Boeing 737.

Foto: Boeing

Be the first to comment

Leave a Reply