488 Pesawat Terbang Diperiksa Jelang Masa Libur Akhir Tahun



Ramp check di Bandara Internasional Soekarno-Hatta jelang musim sibuk penerbangan Foto:Reni Rohmawati

Ditjen Perhubungan Udara siap melakukan pemeriksaan di bandara (ramp check) pada 488 pesawat terbang yang akan dioperasikan maskapai penerbangan nasional menjelang masa libur akhir tahun ini. Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, usai diskusi panel “Indonesia Aviation to The World” pada Markplus Conference ke-12 di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

“Menjelang akhir tahun ini, beberapa maskapai penerbangan sudah menyiapkan penerbangan ekstra (extra flight). Untuk ini perlu kesiapan pesawat terbang dan harus ‘fit’, sehingga kami akan melakukan ramp check,” ujar Agus.

Pemeriksaan yang sebenarnya rutin dilakukan itu bukan hanya terhadap pesawat-pesawat terbang yang beroperasi, tapi juga bandara dan navigasi penerbangan. “AirNav perlu menyiapkan pengaturan dalam pemanduan pesawat-pesawat terbang karena nanti mobilisasinya bertambah. Setiap bandara dan pengaturan penerbangan akan bertambah bebannya. Walaupun nanti tetap akan ada antrean pesawat untuk terbang atau mendarat, tapi jangan sampai antre yang tidak teratur,” tutur Agus.

Beberapa maskapai penerbangan memang sudah menyiapkan penerbangan ekstra menyambut masa liburan tersebut. Sebut Lion Air Group, yang mengoperasikan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air di Indonesia. Menurut Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, “Kita sudah siapkan penerbangan ekstra itu. Namun berapa jumlahnya dan rute mana yang akan kami terbangi, nanti kita lihat. Biasanya ke Bali dari Jakarta atau dari kota-kota lain tujuan Bali meningkat. Untuk turis mancanegara, karena ada travel warning dari beberapa negara, mungkin berkurang akibat dari ada (bencana) Gunung Agung itu. Kalau begitu, biasanya turis domestik makin banyak karena kan hotel-hotel jadi lebih murah. Mudah-mudahan saja.”

Bali dan Lombok memang merupakan destinasi wisata yang selalu dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan domestik, terutama pada musim sibuk penerbangan, seperti akhir tahun nanti. “Untuk itu, saya berpesan pada semua penyelenggara penerbangan untuk tetap waspada dan bekerja sama dengan baik. Tetap utamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan maksimal pada penumpang sesuai aturan yang berlaku,” tutur Agus.

Di samping itu, Agus juga meminta para pilot untuk selalu memperhatikan kesehatannya, baik fisik maupun mental. Maskapai penerbangan juga harus mematuhi aturan terkait jam terbang pilot agar pilot terhindar dari kelelahan (fatigue).

“Pilot dan maskapai penerbangan harus bekerja sama dalam menanggulangi masalah fatigue tersebut, juga harus waspada terhadap narkoba yang sekarang sudah merasuk ke semua kalangan masyarakat,” ucap Agus, menanggapi ditangkapnya pilot yang sedang mengonsumsi narkoba di Kupang pada 4 Desember 2017.

Pihaknya pun secara berkesinambungan akan melakukan pengawasan dan ramp check terhadap kru penerbangan, terutama menjelang masa libur akhir tahun nanti. Pengawasan dan pengecekan tersebut akan dilakukan oleh para inspektur dan dokter dari Balai Kesehatan Penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara.

“Keselamatan penerbangan merupakan hal paling penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam suatu operasional penerbangan karena menyangkut nyawa banyak orang, bukan hanya penumpang dan kru pesawat terbang, tapi juga masyarakat,” ujar Agus.

Be the first to comment

Leave a Reply