2017, Garuda Indonesia Targetkan Efisiensi Biaya Sebesar US$ 200 juta



Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

Tahun 2017, efisiensi biaya sekitar US$ 200 juta ditargetkan PT Garuda Indonesia Tbk atau lebih tinggi dari perkiraan realisasi tahun lalu sekitar US$ 170 juta. “Tahun ini efisiensi kami targetkan US$200 juta-an,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo dilansir CNN.

Efisiensi, kata Arif, dilakukan dengan menekan biaya terkait armada (fleet cost) dan biaya tambahan (overhead cost). Perseroan sendiri berupaya menekan biaya terkait sewa pesawat, perawatan pesawat, hingga asuransi guna menekan biaya fleet cost.

Arif menuturkan, salah satu strategi yang dilakukan  yaitu renegosiasi kontrak terkait operasional yang memungkinkan misalnya dengan produsen mesin pesawat Airbus dan Rolls-Royce.

Terkait overhead cost, korporasi juga berencana melakukan integrasi sistem kargo antar anak perusahaan yaitu Garuda Indonesia dengan Citilink. Kemudian, kedua maskapai juga akan melakukan optimalisasi sistem operasi. “Sekali lagi, kami fight untuk menekan fleet cost dan overhead cost,” ujarnya.

Selain itu, korporasi menargetkan kapasitas produksi bisa tumbuh 8,7 persen pada tahun ini. Beberapa pasar yang diniliai Arif bisa tumbuh double digit, di antaranya pasar Timur Tengah, China, dan Wilayah Indonesia Timur.

“Kami harapkan memang di tahun 2017, traffic penumpang Garuda dan Citilink bisa meningkat. Mudah-mudahan Garuda dan Citilitink bisa tembus 40 juta penumpang,” ujarnya.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com