2017, Angkasa Pura I Alokasikan Belanja Modal Rp 8,2 Triliun



Belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 8,2 triliun dialokasikan PT Angkasa Pura I (Perserro) pada 2017. Seperti diungkapkan  Direktur Keuangan dan TI Angkasa Pura I Novrihandri, alokasi belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun bandara baru dan pengembangan.

Dia menyebut, nilai dalam rencana tersebut sudah termasuk dengan nilai obligasi Rp2,5 triliun dan sukuk Rp500 miliar pada akhir November 2016. “Belanja modal tahun depan untuk mengembangkan tiga bandara,” ungkapnya.

Pembangunan dan pengembangan bandara di Indonesia akan meningkatkan kualitas layanan(level of service), kepuasan pengguna jasa bandara (costumer satisfaction index/CSI). Selain itu, pengambangan, sambungnya, bertujuan untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang pada akhirnya meningkatkan kinerja operasional dan finansial perusahaan.

Adapun bandara yang sedang dalam proses pembangunan dan pengembangan Angkasa Pura I yakni Bandara Ahmad Yani Semarang membutuhkan nilai investasi senilai Rp2,1 triliun, dengan target beroperasi 2018.

Lalu, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin membutuhkan investasi Rp2,3 triliun, target beroperasi 2019. Bandara Baru Yogjakarta senilai Rp9,3 triliun, target rampung 2020.

Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya membutuhkan investasi senilai Rp9,1 triliun, rampung pada 2020. Bandara Hasanuddin Makassar senilai Rp3,6 triliun, ditargetkan beroperasi pada 2020.

Foto: Andika Primasiwi / Indo-Aviation.com