2016, Garuda Indonesia Siapkan Belanja Modal US$ 160 Juta



Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menganggarkan belanja moda atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 160 juta pada tahun 2016. Angka itu lebih tinggi 23 persen dibandingkan dengan capex yang dianggarkan pada tahun ini. Hingga akhir tahun 2015 nanti, Garuda Indonesia diperkirakan bisa menyerap capex sebesar US$ 130 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa anggaran sebesar US$ 160 juta itu akan digunakan untuk mendatangkan 23 pesawat baru yang terdiri dari delapan pesawat Airbus A320 untuk Citilink Indonesia dan 15 pesawat untuk Garuda Indonesia, yang terdiri dari lima Airbus A330-300, sembilan ATR 72-600, dan satu Boeing 777-300ER. Seluruh pesawat didatangkan dengan skema sewa operasi. “Itu operating lease,” ujar Arif.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, anggaran capex Garuda Indonesia berasal dari kas internal dan dari pendanaan eksternal, dengan komposisi pendanaan eksternal lebih besar daripada yang berasal dari kas internal. Di kuartal ketiga 2015, Garuda Indonesia memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 409,45 juta. Meskipun arus kas Garuda Indonesia sudah positif, namun menurut Arif Garuda Indonesia perlu melakukan ekspansi yang lebih cepat lagi.

Arif menambahkan, dia optimis Garuda Indonesia mengalami pertumbuhan bisnis yang lebih baik pada tahun depan. Pada kuartal ketiga 2015, pendapatan Garuda Indonesia hanya tumbuh 0,35 persen menjadi US$ 2,84 miliar dari US$ 2,83 miliar di kuartal ketiga 2014. Namun, pada kuartal ketiga 2015 Garuda Indonesia berhasil mendapatkan keuntungan bersih sebesar US$ 50,12 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar US$ 222,3 juta.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply