​Wings Air Jadi Juga Terbang ke Tasikmalaya 



Penerbangan perdana ATR72-600 Wing Air ke Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya. Foto: Reni Rohmawati.

Harapan warga Tasikmalaya yang menginginkan adanya transportasi udara akhirnya terujud dengan dibukanya penerbangan Wings Air dari Jakarta. Walaupun tidak bisa terbang pada masa mudik Lebaran seperti yang sudah direncanakan, penerbangan perdana rute Bandara Halim Perdanakusuma-Bandara Wiriadinata dengan pesawat ATR 72-600 pun dioperasikan pada hari ini (1/7/2017) pukul 10.30. Setidaknya arus balik Lebaran, bahkan puncaknya pada hari ini dan besok, masih bisa dipenuhi.

“Sudah lama usul ada penerbangan ke Tasik ini. Akhirnya jadi juga,” ujar Marsda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, Pangkoopsau II yang menjadi tamu kehormatan penerbangan perdana Jakarta-Tasikmalaya itu.
Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto mengatakan, proses untuk penerbangan ke Tasikmalaya tersebut memang cukup panjang. “Lebih dari setahun sampai akhirnya bisa terbang,” ungkapnya.

Banyak faktor yang menjadi kendala lamanya proses tersebut. Salah satunya adalah belum siapnya bandara di Tasikmalaya untuk operasional penerbangan sipil komerisial. Namun kemudian bandara dilengkapi dan bisa memenuhi standar operasional sebagai bandara umum.

“Kami akhirnya bisa terbang karena mininum standard requirement di Bandara Wiriadinata sudah terpenuhi. Kalau tidak, tentu kami tidak akan terbang karena faktor safety adalah prioritas,” ucap Capt Iyus. Di samping itu, slot terbang di Halim yang sudah padat juga memerlukan proses panjang untuk mendapatkannya.

Penerbangan komersial perdana ke Bandara Wiriadinata Tasikmalaya. Foto: Reni Rohmawati.

Rupanya memang bukan sekadar harapan karena begitu penerbangan dibuka, warga Tasikmalaya antusias untuk menggunakannya. Pada penerbangan perdana itu pesawat penuh dengan 72 penumpang. Begitu juga sebaliknya, walaupun jumlahnya harus dikurangi dari kapasitas pesawat, hanya 54 penumpang.
Menurut Capt Iyus, panjang landasan operasional Bandara Wiriadinata hanya 1.140 meter. Dengan begitu, untuk mendarat bisa dengan kapasitas penuh, tapi untuk lepas landas memerlukan landasan yang lebih panjang jika ingin dengan kapasitas penuh.

Maka Marsda Yadi pun berharap landasan segera diperpanjang agar operasional penerbangan reguler itu dapat optimal. Tentang hal tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso meyakinkan bahwa perpanjangan landasan di Bandara Wiriadinata segera dilaksanakan.

“Hal itu sudah menjadi instruksi Presiden Jokowi. Anggarannya ada. Kalau untuk memperpanjang landasan 400 meter biayanya sekitar 30 miliar (rupiah),” ungkap Agus.

Saat peresmian Lanud Wiriadinata menjadi bandara umum pada 10 Juni 2017,  Presiden Joko Widodo memang menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk memperpanjang landasannya menjadi 1.600 meter. Presiden minta agar perpajangan landasan itu selesai pada akhir tahun ini.

Be the first to comment

Leave a Reply