​KNKT Fokus Tangani Keselamatan Penerbangan di Papua




Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono memberikan keterangan tentang pencapaian kinerja investigasi yang dilakukannya selama tahun 2017. Foto: Reni Rohmawati

Menurunnya angka kecelakaan dan insiden serius pada penerbangan di Papua pada tahun 2017 tidak menurunkan perhatian dalam hal keselamatan penerbangan di Pulau Cendrawasih itu. Bahkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyebut bahwa meningkatkan keselamatan penerbangan di Papua menjadi “pekerjaan rumah” yang harus terus dilakukan.

“PR (pekerjaan rumah) kami adalah penerbangan di Papua. Kami bersama Kementerian Perhubungan secara intensif terus mengupayakan peningkatan keselamatan. Bahkan sebaiknya meeting pun dilakukan di Papua supaya bisa merasakan bagaimana kondisi di sana,” kata Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT dalam “Media Release Capaian Kinerja Investigasi Keselamatan Transportasi Tahun 2017” di Jakarta, Kamis (19/1/2018).

Pada tahun 2017, angka kecelakaan di Papua adalah tiga kecelakaan dan tujuh insiden serius. Bandingkan dengan tahun 2016, yang terjadi tujuh kecelakaan dan enam insiden serius pada moda transportasi udara. Penanganan yang dilakukan pihak-pihak terkait, khususnya Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dari rekomendasi KNKT, seperti peningkatan kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan prasarana dan modernisasi teknologi, cukup efektif, walaupun masih belum optimal.

Ditjen Perhubungan Udara pun mengajak operator penerbangan di Papua dan sepakat untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan kami mendekati operator juga bukan untuk kolusi, tapi untuk sama-sama menjalankan aturan-aturan penerbangan,” ujar Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara di Sentani, 12 Januari 2018.

Langkah lain yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara ke depannya adalah lebih sering melaksanakan ramp check di Papua dan Papua Barat. Pelaksanaan ramp check ini untuk memperbaiki pemenuhan ketaatan pada regulasi keselamatan dan memperoleh umpan balik dari operasional di lapangan.

Di sisi lain, keberhasilan perbaikan penerbangan di Papua dan Papua Barat tidak bisa lepas dari sektor lain, yang sebenarnya menjadi akar permasalahan selama ini. Menggugah kesadaran akan keselamatan, khususnya di sektor penerbangan, juga harus dilakukan pada masyarakat setempat. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara Badan Litbang Perhubungan, M Alwi mengatakan, betapa pentingnya edukasi pada sebagian besar masyarakat Papua dan Papua Barat untuk menumbuhkan kesadaran akan keselamatan transportasi, khususnya transportasi udara.