​Garuda Tingkatkan Utilitas Pesawat Terbang Jadi 10 Jam 15 Menit



Garuda tak akan menambah armada sampai tahun 2019. Foto: Reni Rohmawati

Sampai tahun 2019, Garuda Indonesia tidak akan menambah armada pesawat terbangnya. Hanya satu Boeing 737 MAX-8, pesawat baru yang akan tiba pada akhir Desember 2017 dan dioperasikan Januari 2018.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury menjelaskan, “Kita tidak ada penambahan aircraft. Jumlah aircraft sama, tapi ekspansi yang kita lakukan dengan menambah utilitas pesawat, sehingga utilitas pesawat yang pada akhir tahun ini 9 jam 40 menit bisa mencapai kurang lebih 10 jam 15 menit pada 2018.”

Untuk meningkatkan utilitas itu, Garuda akan menambah frekuensi pada rute-rute yang sudah diterbanginya, juga menambah rute baru yang sedang disusunnya untuk diimplementasikan tahun depan. “Ada 30-an rute baru, tapi belum bisa kita sampaikan; nanti dicontek orang,” ujar Pahala, seraya menambahkan bahwa dari jumlah tersebut, dua pertiganya adalah rute internasional dan sepertiganya rute domestik.

Penerbangan internasional memang diharapkan Garuda untuk terus tumbuh. “Saat ini pendapatan domestik dan internasional berimbang, berkisar 50-52 persen dari domestik dan 48-50 persen dari internasional. Ini merupakan suatu pencapaian bahwa Garuda semakin kompetitif secara internasional, terlihat dari pertumbuhan rute-rute internasional yang double digit, bahkan hampir mencapai 15 persen,” kata Pahala.

Rute ke Eropa, China, dan Jepang, pertumbuhannya signifikan. Eropa dan China secara year on year pertumbuhannya masing-masing hampir 20 persen. “Cuma Asia Tenggara yang pertumbuhannya tak setinggi kawasan lainnya,” ungkapnya.

Pahala menambahkan, pertumbuhan untuk kawasan Timur Tengah masih akan cukup baik tahun 2018. Namun yang menjadi fokus adalah penumpang dari China. “Saya rasa, penerbangan outbound ke Eropa dan inbound dari China ke Indonesia harus kita pikirkan betul. China memang merupakan market inbound Indonesia yang cukup besar. Kita harus memastikan bisa dapat pangsa yang lebih besar untuk market inbound dari China ini.” Sayangnya, pada Desember ini, jumlah penumpang Garuda dari China memgalami penurunan, khususnya karena meletusnya Gunung Agung di Bali.

Dengan harapan bencana Gunung Agung usai, Pahala pun berharap tahun 2018 Garuda mampu membukukan keuntungan. Inisiatifnya adalah meningkatkan produksi sekitar 13 persen dan terus melakukan cost efficiency, termasuk untuk konsumsi bahan bakar pesawat terbang.

“Kita masih akan melakukan pengembangan bisnis lain, seperti kargo yang kontribusi pendapatannya bisa tumbuh sampai 15 persen, juga pendapatan lain dari freight dan warehousing. Dengan demikian, holding-nya bisa BEP (titik impas) tahun 2018 dan mendapatkan laba dari anak perusahaan: GMF, Aerofood, dan lain-lain,” paparnya.

Di samping itu, Garuda juga terus melakukan negosiasi ulang untuk penyewaan pesawat terbang. “Beberapa memang masih dalam tahap re-negosiasi untuk fleet kita,” ungkapnya, dengan tidak menyebut jenis pesawat yang dinegosiasi ulang itu. Makanya, sampai tahun 2019 Garuda melakukan penundaan untuk beberapa pengiriman pesawatnya. “Apa yang sudah kita sepakati sekarang, akan kita jalankan. Untuk melakukan penundaan delivery memang akan terlaksana,” tegasnya.

Sampai akhir tahun ini, Garuda memperkirakan bisa mengangkut 26juta-27juta penumpang –bersama Citilink Indonesia jumlahnya 35juta-36juta penumpang (Citilink menerbangkan antara 9juta-10juta penumpang). “Tahun 2018 kita estimasikan Garuda Indonesia Group bisa menerbangkan 37juta sampai 39juta penumpang,” ucap Pahala dan menyebut tahun 2016 menerbangkan sekitar 33juta penumpang. Tingkat isian penumpang tahun ini 73,5 persen –tahun 2016 load factor-nya 73,2 persen,sedangkan tahun 2018 ditargetkan 74-75 persen.

Garuda sekarang mengoperasikan armada 143 pesawat terbang. Rinciannya, ada 10 Boeing 777-300ER, 26 Airbus A330-200/300, 73 Boeing 737-800NG, 18 Bombardier CRJ1000, dan 16 ATR 72-600. Armada ini yang akan ditingkatkan utilitasnya agar produksi Garuda tumbuh 13-15 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply