​35 Bandara Dipantau 446 Pesawat Terbang Diinspeksi




Dirjen Perhubungan Udara dan para inspektur penerbangan melakukan ramp check di apron Terminal 3 Bandara Internasionak Soekarno-Hatta. Foto: Reni Rohmawati

Posko pemantauan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di 35 bandara sudah dibuka mulai 18 Desember 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Pesawat terbang yang dioperasikan maskapai-maskapai penerbangan dengan jumlah 446 unit pun sudah diinspeksi di lapangan (ramp check) dalam sebulan ini.

Pada hari kedua dibukanya Posko Nataru, 19 Desember 2017, dilakukan pula ramp check ulang untuk pesawat-pesawat tersebut. “Sebagai validasi untuk jaminan kita terhadap safety. Ini kewajiban sebagai regulator,” kata Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara, sebelum ramp check di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (19/12/2017).

Agus mengatakan, bukan cuma pesawat yang diinspeksi untuk kelancaran angkutan Nataru itu. “Kami cek juga fasilitas bandara, seperti x-ray dan peralatan keamanan lainnya.” Begitu juga dengan personel dan awak penerbangan, yang juga diinspeksi kelaikan profesi dan kondisinya sebelum terbang.

Pengecekan juga dilakukan untuk antisipasi jika ada penundaan (delayed) penerbangan, seperti yang terjadi pada awal Desember lalu. Kata Dirjen, harus ada pemberitahuan dini (early warning) jika ada gangguan penerbangan agar efeknya tidak meluas. Apalagi di wilayah cincin api yang rawan terjadi bencana agar lebih diperhatikan betul situasinya.

Pada libur Nataru ini, kata Agus, jumlah penumpang diprediksi kenaikannya 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Sudah disiapkan 6 juta kursi penerbangan, 20 persen lebih tinggi dari jumlah permintaan untuk angkutan Nataru itu.

“Perlu dipehatikan juga, saat ini jumlah penumpang dari luar negeri itu tinggi, naiknya sampai 11 persen, seperti dari Timur Tengah, Singapura, dan Taiwan,” ujar Dirjen. Bandara-bandara yang biasanya padat, selain Soekarno-Hatta, antara lain I Gusti Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya, Adi Sucipto di Yogyakarta, Ahmad Yani di Semarang, Sultan Hasanuddin di Makassar, juga Hang Nadim di Batam, Kualanamu di Medan, sampai Domine Eduard​ Osok di Sorong.

Tentang ramp check yang sudah dilakukan, Direktur Direktorat KelaikUdaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Muzaffar Ismail menjelaskan, hanya sedikit temuan minor yang ditemukannya. “Kecil sekali. Contohnya seperti soal mur dan korosi,” katanya. Temuan minor itu biasanya langsung diperbaiki di lapangan atau dilakukan perbaikan dalam seminggu-dua minggu. Ramp check dilakukan untuk menginspeksi pesawat terbang di apron sesaat setelah mendarat atau akan lepas landas. Pesawat tersebut sebelumnya sudah dinyatakan laik terbang oleh otoritasnya.

Pada Selasa itu, di Soekarno-Hatta dilakukan ramp check pada lebih dari 10 pesawat terbang. Biasanya, DKUPPU bersama Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta mengerahkan 10 inspektur penerbangannya untuk melakukan ramp check yang rutin dilakukan dan lebih intensif lagi menjelang musim sibuk penerbangan. Kalau di bandara-bandara selain Soekarno-Hatta, biasanya dua-empat orang inspektur penerbangan saja yang melakukan ramp check, sesuai dengan kepadatan penerbangannya.